• Lembaga Pemberdayaan Perempuan dan Anak Jalanan SEROJA Program SerojaProgram Program Seroja Program Seroja
header.png
Jumat, 15 Juni 2012

On Kartini's Day

Ditulis oleh : admin. Dibaca : 1210 kali
Dalam rangka memperingati Hari Kartini kali ini, Lembaga PPAP Seroja sebagai salah satu LSM yang aktif dalam bidang perempuan dan anak mengadakan sebuah acara bertajuk On Kartini's Day yang diselenggarakan pada tanggal 28 April 2012 di Pendapa Gedung Wayang Orang Taman Balekambang. Acara tersebut dimulai pukul 9 pagi hingga pukul 12 siang meliputi beberapa jenis acara antara lain; pemberian penghargaan kepada perempuan marginal "Marginal Woman Award", diskusi panel bertema "Peran Partai Politik dalam Pendidikan Pemberdayaan Perempuan dan Anak", sekaligus sebagai ajang peluncuran Majalah Seroja edisi perdana. Acara ini dihadiri lebih kurang 70 peserta dengan berbagai latar belakang baik mahasiswa, ibu-ibu serta masyarakat umum lainnya.
Penobatan "Marginal Woman Award" diberikan kepada 5 orang peserta dengan kategori profesi yang jarang dilakukan oleh kaum perempuan. Penghargaan diberikan atas kerja keras mereka untuk dapat menghidupi diri dan keluarga. Penerima penghargaan tersebut adalah :
1. Sulami
Ibu Sulami sehari-hari bekerja sebagai buruh gendong di Pasar Legi. Perempuan tersebut tinggal di Kaliyoso, Sragen. Dengan jarak tempuh cukup jauh dari Pasar Legi itu, dia bekerja sejak subuh sampai malam. Sebagai seorang janda yang ditinggal mati oleh suaminya 20-an tahun silam, merasa terpanggil untuk tetap mencari nafkah sehingga ke-3 anaknya sampai saat ini masih bisa tetap bersekolah. Selain itu, dengan beratnya pekerjaan yang dilakukan, dia masih tetap rajin untuk melakukan ibadah sholat 5 waktu.
2. Yuliani
Yuliani seorang penjual bakso keliling yang harus membantu perekonomian keluarga karena upah suami tidak mencukupi. Berjualan bakso keliling bagi seorang perempuan sangatlah jarang kita temui, apalagi Yuliani ini mulai mendorong gerobaknya sejak subuh hingga malam hari.
3. Niyem
Bu Niyem sehari-harinya berprofesi sebagai pemulung. Dia harus tetap menghidupi ketiga anaknya sejak ditinggal mati suaminya 11 tahun silam. Bu Niyem ini memiliki keistimewaan, meskipun saat bekerja, ketika adzan berkumandang ia segera bergegas mengambil air wudhu untuk sholat.
4. Dwi Sulistyani.
Dwi Sulistyani seorang perempuan yang sehari-harinya berjualan koran di Lampu Merah menawarkan kepada setiap pengemudi kendaraan bermotor. Dia harus tetap menjalani profesi tersebut karena suaminya tidak bekerja.
5. Marta
Marta seorang perempuan yang masih sangat muda berusia 20 tahun dengan profesi yang jarang dilakukan oleh kaum perempuan yaitu sebagai Supoltas. Sehari-hari tanpa memperhatikan teriknya sinar matahari, dia terjun di jalanan daerah RSUD Moewardi dan PMI Cabang Surakarta untuk membantu mengatur lalu lintas.

Masih dalam rangkaian acara yang sama yakni Diskusi Panel. Diskusi ini mengangkat tema "Peran Partai Politik dalam Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pinggiran". Dalam diskusi ini panelis yang hadir antara lain; 1. DR. Didik G. Soeharto (Akademisi UNS); 2. Sugeng Riyanti, S.S (Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menjabat sebagai Ketua DPD PKS Kota Surakarta; 3. Reni Widyawati, S.E (Politisi dari Partai Demokrat dalam hal ini Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan DPD Partai Demokrat Kota Surakarta sekaligus merupakan Anggota Legislatif Kota Surakarta.

Dalam diskusi ini, peserta banyak yang menanyakan peran partai politik untuk masyarakat. Seringkali partai hadir di masyarakat "menjual" program-program dan janji-janji saat menjelang pemilu. Namun setelah pemilu masyarakat ditinggal begitu saja. Dari sisi teoritis DR. Didik G. Soeharto menjelaskan bahwa tanggung jawab partai politik terkait pendidikan dan pemberdayaan perempuan dan anak terletak pada peran perwakilan partai tersebut di DPR/DPRD.
PKS dalam penjelasannya, dalam melakukan peran-peran seperti itu selain melalui kader partai yang menjadi anggota DPR/DPRD, secara struktural PKS mempunyai bagian yang membidangi perempuan yang berfungsi melakukan pendidikan dan pemberdayaan perempuan. Demikian juga Partai Demokrat, melakukan pemberdayaan terhadap konstituannya di titik-titik mayoritas pendukung.

Untuk rangkaian acara yang terakhir yaitu launching Majalah Seroja yang ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Pemimpin Umum Retno Heny Pujiati, S.Sos yang diserahkan kepada Pemimpin Redaksi Yeni Mulati, S.Si (Afifah Afra Amatullah). Hadirnya Majalah dengan Tagline Suara Dari Pinggiran ini diharapkan semakin mendekatkan kaum marginal dengan masyarakat pada umumnya.

Berita Terkait

Majalah Seroja

Majalah Seroja merupakan sarana atau media yang menyuarakan persoalan masyarakat marginal sekaligus juga berfungsi sebagai sarana komunikasi lembaga dengan masyarakat,pemerintah dan donatur. Majalah SEROJA telah terbit perdana pada bulan April ... selengkapnya


Fenomena Perempuan Jalanan
2012-02-18


Hotline Center

Flexi : 0271 808 5040
AS : 085 229 012 002

Rekening Donasi

Donasi : Mandiri Cab Purwotomo Surakarta No.Rek. 138-00-0708145-3 a.n Lembaga PPAP SEROJA
Wakaf Tunai : Muamalat KCP Palur No. Rekening 0000 663 676 a.n Lembaga PPAP SEROJA

free counters



Total visitor : 8256 Page : 29562  User Online : 1
Copyright © 2012-2013 - LPPAP SEROJA - Seroja.Org -
Created by Jasa Web Murah Solo (0815486-180-37)